DENPASAR — Perkembangan teknologi pencitraan medis mengubah cara dokter mendiagnosis dan menangani penyakit jantung. Ketepatan diagnosis pada fase awal kini menjadi faktor penentu utama keberhasilan tindakan intervensi medis sekaligus keselamatan pasien. Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Bali terus memperkuat layanan jantung komprehensif melalui pemanfaatan teknologi CT Cardiac, Cardiac MRI, dan Transesophageal Echocardiography (TEE) yang terintegrasi dengan penanganan kardiovaskular berbasis bukti (evidence-based medicine).
Teknologi pencitraan tersebut memungkinkan dokter memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi jantung pasien sehingga membantu menentukan pilihan terapi yang tepat, mulai dari tindakan kateterisasi, intervensi koroner, hingga operasi jantung. Didukung tim dokter lintas disiplin dan fasilitas modern, Siloam Hospitals Bali juga menghadirkan berbagai prosedur terkini seperti image-guided PCI, Coronary Artery Bypass Graft (CABG), dan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) yang memungkinkan tindakan lebih presisi dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.
Salah satu teknologi unggulan dalam layanan jantung Siloam Hospitals Bali adalah Cardiac MRI, yang memberikan informasi mendalam mengenai struktur dan karakteristik jaringan otot jantung. Pemeriksaan ini membantu proses evaluasi serta pengambilan keputusan klinis pada berbagai kondisi kardiovaskular, sehingga diagnosis dan perencanaan terapi dapat dilakukan secara lebih akurat.
Pakar Kardiovaskular Intervensi Siloam Hospitals Bali, Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSIC, FSCAI, FESC, FACC, menjelaskan bahwa teknologi pencitraan mutakhir mengubah tolok ukur tindakan medis intervensi.
“Kemajuan teknologi telah mengubah cara kami menangani penyakit jantung. Saat ini, imaging tidak hanya membantu menegakkan diagnosis awal, tetapi juga menjadi panduan dalam menentukan strategi intervensi yang paling sesuai bagi setiap pasien. Ketika teknologi dipadukan dengan pengalaman klinis dan kolaborasi multidisiplin, kami dapat menghadirkan penanganan yang lebih presisi, lebih aman, dan memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien.” papar Dr. dr. I Made Junior Rina Artha.
Sebagai bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kompetensi medis, Siloam Hospitals Bali menyelenggarakan Cardiac Symposium: “From Imaging to Intervention”, forum ilmiah bersertifikasi SKP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diikuti sekitar 100 dokter umum, dokter spesialis, dan mitra medis. Simposium ini membahas perkembangan terbaru dalam pemanfaatan teknologi cardiac imaging dan penerapannya dalam tindakan intervensi maupun bedah jantung yang lebih presisi. (rls)


