DENPASAR – Salam kenal dari Cherrywise! Band pendatang baru asal Pulau Dewata yang siap meramaikan skena musik dengan perpaduan melodi ritmis dari musik indie pop saat ini seperti Beabadoobee dan Sobs dengan energi raw dari musik alt-indie ala Wishy dan Momma. Kombinasi tersebut melahirkan eksplorasi bunyi yang unik dan akan membawa pendengar menjelajahi berbagai warna dalam setiap lagu mereka.
Cherrywise merupakan band beranggotakan empat personel lintas generasi dengan latar belakang yang beragam, yang masing-masing telah memiliki ‘jejak’ di skena lokal Bali. Chandra (drum) dikenal sebagai salah satu sosok yang mewarnai skena alt-pop Bali melalui proyeknya, “Astera.” Arwin (bass), figur yang sudah akrab di komunitas, juga merupakan pendiri “Sloji”, sebuah ruang yang aktif menghidupi ekosistem kreatif. Atisha bergerak di antara skena dance dan fashion, sekaligus dikenal sebagai bagian dari brand “See You Soon”. Sementara itu, Crespo adalah gitaris dengan pendekatan yang tenang, yang sebelumnya sempat membangun proyek midwest emo bernama Napptunee.
Dipertemukan oleh semangat yang sama, mereka sepakat membentuk Cherrywise pada September 2025, dengan ambisi untuk menghadirkan warna baru yang segar tidak hanya di Bali, tetapi juga di kancah musik Indonesia.Selama kurang lebih enam bulan berproses sejak terbentuk, Cherrywise telah mengembangkan sejumlah materi yang kemudian dirangkai menjadi sebuah EP bertajuk Between Doubts. EP ini merangkum situasi diri di antara perasaan dan logika. Berangkat dari situasi keraguan, kerinduan, ambisi hingga penerimaan yang perlahan, EP ini menjadi kumpulan momen tak pasti yang dijalani dengan keraguan antara tergesa atau tidak untuk menemukan jawaban. Dimulai dari April tahun ini, mereka akan merilis lagu-lagu tersebut secara bertahap.
Sebagai langkah perkenalan, Cherrywise merilis single perdana bertajuk Wishing Well, yang akan resmi hadir di seluruh platform digital pada 30 April. Lagu ini terinspirasi dari kebingungan dalam menentukan arah hidup. Di tengah berbagai sisi pelik yang dihadapi, hidup tetap harus berjalan, sehingga harapan sekecil apa pun perlu dijaga.
“Lagu ini kutulis dari situasi yang sering kujumpai, ketika harus berdebat dengan diri sendiri dan memaksa tetap tenang agar rasa yakin itu muncul. Wishing Well adalah metafora dari harapan kecil yang mungkin saja terjadi, meski kita tidak pernah tahu kapan waktunya,” ujar Chandra, drummer sekaligus penulis lagu ini.
Dikemas dengan energi yang intens serta lirik repetitif yang kuat, Wishing Well diharapkan dapat menjadi anthem bagi mereka yang terus mencari tempat untuk menaruh harapan, bahkan ketika secara realistis hal tersebut terasa mustahil terjadi.
Secara musikal, lagu ini digarap oleh Chandra bersama Crespo, dengan pengembangan lirik oleh Chandra dan Atisha. Seluruh proses produksinya dilakukan secara mandiri dengan semangat Do It Yourself, sementara tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Elmo Ramadhan. (rls)


