DENPASAR – Menurut data International Diabetes Federation (2025) Jumlah penderita diabetes di Indonesia kini telah menembus angka lebih dari 20 juta orang dan terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini menjadikan diabetes sebagai salah satu tantangan kesehatan utama yang membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam upaya pencegahan dan edukasi masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Bama Karya Usada (BAKU), perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan TCM (Traditional Chinese Medicine), menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertema perawatan diabetes yang dikemas secara inovatif dan aplikatif di Mastrada Group, Denpasar, Bali.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, yaknidr. Lin Yingjie dari Third Affiliated Hospital of Sun Yat-senUniversity, yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan diabetes melalui pendekatan holistikberbasis TCM. Program ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi berkelanjutan yang dilakukan BAKU di Bali. Seharisebelumnya, pada 27 Maret 2026, kegiatan serupa juga telah sukses diselenggarakan di Politeknik Internasional Bali, yang menyasar kalangan pelaku pariwisata, akademisi dan mahasiswa.
Dengan demikian, BAKU tidak hanya menjangkau komunitas masyarakat, tetapi juga lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan secara lebih luas dan sistematis.
Direktur Utama BAKU, David Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kasus diabetes harus diimbangi dengan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
“Jumlah penderita diabetes yang terus meningkat menjadi alarm bagi kita semua. Melalui kegiatan ini, BAKU ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Berbeda dengan kegiatan edukasi kesehatan pada umumnya, program ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyeluruh dengan mengintegrasikan ilmu kesehatan, kuliner, dan pendekatan gaya hidup sehat.
Peserta, yang merupakan Jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Baithani khususnya komunitas Virtuous Ladies (VL), tidak hanya mendapatkan materi mengenai diabetes, tetapi juga pemeriksaan kesehatan langsung oleh tenaga medis, konsultasi dan rekomendasi pola hidup sehat berbasis TCM serta praktik memasak makanan sehat yang aman bagi penderita diabetes.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pendeta Pdt. Yehaziel Silvanus Elnatan Osiyo, M.Th., yang memberikan dukungan terhadappentingnwa edukasi kesehatan di lingkungan komunitas. Melalui kegiatan ini, peserta merasakan manfaat yang langsung dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Memahami konsep kesehatan dan pengobatan berbasis Traditional Chinese Medicine
- Mengetahui kondisi kesehatan tubuh melalui pemeriksaan serta memperoleh anjuran medis yang tepat
- Mempraktikkan pembuatan makanan sehat yang amandan bergizi
Antusiasme peserta terlihat tinggi, khususnya pada sesipraktik memasak yang dinilai menarik dan relevan, terutama bagi ibu rumah tangga. Respons positif dari peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang praktis dan mudah diterapkan.
BAKU berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa dengan jangkauan yang lebih luas di masa mendatang. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi medis, praktik langsung, dan pemberdayaan komunitas, BAKU berharap dapat berkontribusi dalam menekan laju peningkatan kasus diabetes di Indonesia. (rls)


