GIANYAR – Yayasan Jati Nusa Lestari (JaNusa) resmi meluncurkan program “Sekolah Alam Jati Nusantara”secara perdana pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini menggandeng Pecinta Alam Lingkungan Hidup (PALH) SMKN 2 Denpasar sebagai mitra kolaborasi utama dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis ekosistem hutan jati.
Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, peluncuran ini dirancang dengan pendekatan edukasi lapangan yang dinamis. Dimulai di Kebun Percontohan Yayasan Jati Nusa Lestari, Pejeng, Bali para peserta disambut dengan “Energi Pagi JaNusa”, sebuah rangkaian pembukaan yang melibatkan permainan fisik “Tumbuh-Tegak-Tangguh” serta lantunan Mars JaNusa yang membangkitkan semangat kebersamaan.
Dalam sesi inti bertajuk “Jati Diri”, para peserta diajak langsung terjun ke lapangan untuk mengenal pertumbuhan pohon jati. Di Zona Fase (The Life Cycle), peserta diajak mengobservasi 12 fase pertumbuhan pohon jati secara fisik, mulai dari bibit mungil yang dirawat di Nursery, hingga pohon dewasa yang kokoh.
Edukasi ini diperkuat dengan “Sesi Detektif Monitoring”, dimana anggota PALH SMKN 2 Denpasar dilatih secara teknis untuk melakukan pengecekan kesehatan pohon menggunakan pita status. Keterampilan ini menjadi bekal fundamental bagi para peserta yang nantinya akan berperan sebagai relawan rutin (volunteering) dalam memantau perkembangan tegakan jati dimasa depan.
Perjalanan edukasi berlanjut ke lokasi kedua, yakni Mai Organic Farm. Di tempat ini, peserta melihat langsung implementasi nyata dari ekonomi sirkular dan keberlanjutan. Sebagai bentuk simbolis kemitraan, Yayasan JaNusa menyerahkan dua bibit pohon jati merah unggulan kepada pihak Mai Organic Farm yang disaksikan langsung oleh para peserta kegiatan.Para peserta juga diajak berkeliling lokasi tersebut, melihat perkebunan organik dan belajar proses perawatannya yang dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia namun menggunakan pupuk organik untuk menghargai dan merawat alam. Kegiatan ini ditutup dengan makan siang bersama di tengah suasana asri perkebunan organik, memperkuat komitmen bahwa konservasi dan keberlanjutan hidup harus berjalan beriringan.
Peluncuran Sekolah Alam Jati Nusantara ini diharapkan menjadi pemantik bagi program- program serupa di masa mendatang, menjadikan alam sebagai ruang belajar tanpa batas bagi generasi muda Bali untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan nusantara yang lebih hijau. (rls)


